How To: Jailbreak iPhone 3GS

Berikut ini tata cara dan tata laksana Jailbreak iPhone 3GS menggunakan redsn0w. Kenapa memilih redsno0w, bukan karena redsn0w yang memilih aku, tapi karena redsn0w kompatibel dengan iPhone 3GS. iDevice yang sudah pernah saya jailbreak sebelumnya.

  1. Backup data iPhone 3GS anda dengan menggunakan iTunes. iTunes 10.5 ke atas direkomendasikan.
  2. Unduh redsn0w, sesuaikan dengan sistem operasi anda. Link untuk redsn0w 0.9.10b4 buat OS X dan redsn0w 0.9.10b4 for Windows. Kalo pake Windows, jangan lupa “run in administrator mode”
  3. Ekstrak redsn0w.
  4. Setelah itu, masuk ke folder redsn0w dan jalankan redsn0w. Jangan lupa jalankan dalam mode administrator jika anda di Windows. Read more »

Jailbreak dan Unlock iDevice

iPhone 3GS, gambar diculik dari web Apple.

Anda mengharapkan panduan teknis? Bweeekkk…, saya ndak akan beri. Saya cuman akan nulis konsep dasarnya. Semua ini bisa saya tulis berkat seorang teman yang pulang dari sekolah di Hawaii, dan bingung cari tempat Jailbreak iPhone 3GS-nya yang masih terikat kontrak sama operator telpon sana. Akhirnya saya punya barang percobaan dan voilaaaa…, berhasil. Read more »

Cinta dan Nasionalisme

Apa yang anda harapkan dari seseorang yang merasa dirinya diperlakukan tidak adil? Apa yang anda harapkan dari seseorang yang merasa bahwa anda telah mencuri barang miliknya? Apa yang anda harapkan dari orang yang merasa dirinya telah diperlakukan sebagai orang tidak penting, sebagai kelas kedua? Saya tidak berani berharap apapun.

Saya hanya akan berharap, jika saya kelak akan behubungan dengannya, akan mampu memperlakukannya dengan adil. Saya hanya berani berharap, bahwa suatu saat, saya tidak akan, baik dengan sadar atau tidak sadar, mengambil haknya dengan semena-mena. Saya hanya berani berharap, untuk tidak menganggapnya warga kelas dua, ketika berhubungan dengannya.

Bagitulah warga Papua. Read more »

Kisah Yang Tersisa di Kereta Ekonomi

Kereta kasta paling rendah di Indonesia. Dikenal dengan kode K3. Namun, berbagai kisah aku pernah aku jalin di sini.

Sekitar tahun 2002-2005, aku sering bolak-balik Jogja-Jakarta. Bukan urusan pribadi, tapi urusan organisasi. Jadi sebetulnya dapat jatah uang transport. Jatahnya sih kelas bisnis. Cuman bagiku kelas bisnis itu nanggung. Kenyamanan jelas kalah, apabila dibandingkan dengan kelas eksekutif. Apalagi kalo pas lagi bejubel, nyaris gak ada bedanya dengan kelas ekonomi. Tapi menurutku, bukan itu kekurangan terbesarnya. Tapi harga makanan dan minuman yang dijual oleh penjual asongan di kelas bisnis yang jadi kekurangan terbesarnya. Harganya naik dua kali lipat apabila dibandingkan dengan kelas ekonomi. Karena naik kelas ekonomi, jatah transport jadi bersisa, sehingga bisa buat beli buku. Read more »

Soal Ibu

Cuman curhatan seorang anak… Monggo kalo pengen lanjut baca. Read more »

Analisis Abal-abal: Lecce vs AC Milan (23-10-2011)

Disclosure: catatan abal-abal seorang Milanisti dan analisis karbitan. Kalau tulisan ini subyektif jangan protes. Kalo baca gak mudeng, berarti tulisan ini #mengodong

Boateng

Babak pertama begitu menjengkelkan. Milan begitu rapuh di lapangan tengah. Nyaris tak ada pressing dan trekking berarti ketika para pemain Lecce sedang menguasai bola. Semua serangan Lecce langsung mengarah dan bertemu langsung dengan back-four Milan. Milan gak punya pemain pembagi bola, nyaris semuanya petarung, Nocerino, Van Bommel dan Ambrosini. Ibra, Cassano dan Robinho tidak mampu mendobrak masuk ke kotak Lecce. Nyaris tidak ada upaya sama sekali untuk melakukan tembakan dari luar kotak pinalti untuk memecah kebuntuan.

Robinho terlalu lama bermain dengan bola. Sering kali Milan kehilangan bola saat bola dikakinya. Permainan Milan nyaris tanpa kreasi di babak pertama. Pertahanan Lecce bermain rapi. Lecce giat memberi tekanan kepada para pemain Milan ketika Lecce kehilangan bola. Tidak hanya di sepertiga pertahanan mereka, para pemain Lecce sudah melakukan pressure ke pemain Milan yang sedang memegang bola sejak dari tengah lapangan permainan. Read more »

Saat Minder dan Gak Pede Menghinggap

Tendangan bebas mematikan seorang David Beckham, dilatih dengan menghabiskan waktu selama berjam-jam setiap harinya.

Bechkam FreekickKesalahan adalah hal lumrah dan wajar, selama diri kita masih manusia. Kecuali kalau kita terus-menerus melakukan kesalahan dan gak pernah melakukan hal yang benar, kita mungkin sudah layak dimasukkan dalam kategori setan atau iblis. Belajar itu tidak mengenal usia dan rentang waktu. Mungkin kita juga sering lupa, bahwa semua hal besar dimulai dari hal kecil. Terpeleset itu biasa, pilihannya apakah kemudian kita mau bangun atau masih terus meratapi kejatuhan.

Masih banyak alasan yang bisa menjadi sandaran, bahwa alasan minder atau gak percaya diri itu sebaiknya dibuang jauh-jauh. Kita sering tidak menghargai kemampuan diri sendiri. Tidak mau menghargai kompetensi diri sendiri. Kompetensi bisa diraih dengan pendidikan dan, tentu saja, latihan. Read more »